Annyeong ....
ini FF ceritanya tentang salah satu couple di SHINee, ya mereka adalah Jonghyun dan Key. Ceritanya lumayan romance tapi dijamin gak yaoui ko *padahal dalem hati pengen bikin yang yaoui -,- #plakkk
tapi berhubung nae chingu kagak mau ceritanya yaoui ....
yowesss~ gak jadi
ok daripada lama* mending kita langsung baca aja deh
yang Jongkey shiper merapatlah ..
haha xD
--------------------------------------@@@@-----------------------------------
Title FF : This Hill ...
Author : Hananda V.
- facebook (http://www.facebook.com/vhiohnandha1)
- twitter (http://www.twitter.com/vhiohorvejkul)
Main cast : - Kim Jonghyun as namja
- Kim Kibum a.k.a Key as yeoja
Genre : Romance (?)
Lenght : wansyut saja ya.... :p
-----------------------------------@@@---------------------------
Jonghyun Pov
Sedari tadi yang kulakukan hanyalah mengetuk-ngetuk meja dihadapanku. Rasa gelisah lah yang membuatku seperti ini. Bahkan secangkir capucinno panas favoritku pun tak dapat menenangkan pikiranku.
Sedangkan yeoja dihadapanku tidak bergeming sedikitpun mendengar suara ketukan yang ku hasilkan. Ia tidak merasa terganggu. Tentu saja, ia terlalu sibuk memainkan iPad berwarna pink (warna favoritnya) di genggamannya, seperti biasa. Jika sudah bertemu degan benda kesayangannya itu, orang disekitarnya bagaikan patung baginya, tidak dipedulikan. Termasuk aku.
Ah, yeoja ini. Dialah alasanku merasa gelisah.
Apakah keputusanku sudah tepat?
Apakah yang kulakukan sudah benar?
Hanya 2 kalimat itulah yang muncul di otakku.
Tapi aku yakin hal ini akan menyakitinya, ani, sangat menyakitinya.
Lalu, kenapa aku berniaat melakukannya?
Mungkin itulah yang ada dipikiran kalian .
Batinku yang berkata bahwa aku harus melakukan ini.
Mungkin batinku sudah tersiksa terlalu lama.
"key.."
"hm? wae?"
Aku menahan jemarinya yang hendak menyentuh cangkir teh diatas meja cafe tempat kami berada saat ini. Alisnya terangkat, memandangku heran.
"kita sudah cukup lama menghabiskan waktu disini. sebaiknya kita pergi sekarang"
"ke mana?"
"ikuti aku saja"
Aku bangkit dari duduku. Meraih tangan mungilnya.
"kita mau ke mana??"
tanyanya ulang. Ia melepaskan tautan tangannya dengan tanganku. Memangyeoja keras kepala. Tisak pernah berubah sejak dulu.
"kau tidak perlu tau. Hanya turuti perkataanku dan semuanya akan beres"
kutarik kembalki tangannya, kali ini lebih keras dari sebelumnya. Ia sedikit berontak, tapi percuma saja karena kekuatanku lebih besar darinya. Aku menyeretnya keluar cafe.
Tatapan mataku fokus tertuju ke depan. Sama sekali tidak menoleh ke arah Key yang berada di belakangku. Aku terus mengenggam tangannya dan terus berjalan, jangan sampai lepas, aku harus berhasil membawanya ke tempat parkir motorku.
Aku berpura-pura tidak mendengar gerutuannya. Kau harus kuat Jonghyun, kau harus kuat. Kau tidak mau kesempatan ini hilang begitu saja kan?
"Ya! Kim Jonghyun !!"
Aku berhenti melangkah, berbalik dan memandang wajah Key yang barusan meneriakiku. ugh, sepertinya dia benar-benar marah. Mata kucingnya menatap tajam tepat menusuk mataku. Ku tarik nafasku tenang dan melepaskan tangannya dari genggamanku.
"wae, key? ada yang salah?"
ujarku dengan nada senormal mungkin.
"jjong, kau ..."
Ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.
"hmm?"
"apa yang terjadi denganmu? kau berbeda, sikapmu tidak seperti biasanya? selama ini kau tidak prnah memaksaku begini! kau bukanlah jonghyun sahabatku!!"
sahabat .....??
hah, tepat dugaanku, ia masih menganggapku sahabatnya
kau harusnya tau Key.
aku tidak ingin menjadi sahabatmu ...
Aku tersenyum hambar padanya. Tanpa berbicara sepatah katapun, aku kembali melanjutkan langkahku sambil menarik tangan Key (lagi) tentunya.
Lebih baik aku tidak menanggapi ucapanya, karena itu bisa menghancurkan rencabaku. Diam adalah pilihan yang tepat.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya kami sampai di tempat parkir. Aku menyerahkan helm dan jaket padanya.
"pakailah.."
"shireo .."
Aku mendelik.
"ah ..ne, ne"
ia merebut helm dan jaket dari tanganku dengan wajah kesal.
mianhae Key
= = = = = = = =
Key Pov
Dengan sangat terpaksa aku menuruti perkataannya. Bagaimana lagi, kalau aku tidak menurutinya, bisa-bisa aku ditinggal sendirian disini. Kalau tau begini harusnya aku membawa motorku saja, tidak usah menumpang.
Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Aku masih penasaran, dia mau mengajakku ke mana? dia sama sekali tidak memberi tahukannya.
Aku merasa ada yang berbeda dari dirinya malam ini. Padahal tadi pagi ia masih seperti biasa. Riang dan ceria.
Entah mengapa malam ini aura Jonghyun lebih kelam, seakan ada awan mendung yang mengelilinginya. Ekspresinya juga tidak biasa.
Dan yang membuatku kecewa, selama 2 tahun bersahabat denganya ia tidak pernah memaksaku seperti tadi. Dia selalu bersikap terbuka padaku. Dialah satu*nyayang mengertiku. Namun sepertinya aku harus menarik kembali pernyataanku.
Aku melirik sekeliling, mengecek sudah sampai mana perjalanan kami berdua.
hm, kenapa aku merasa familiar dengan daerah ini? deretan pohon akasia yang menjulang , semak yang memenuhi pinggir trotoar. Terbersit sebuah nama suatu tempat di benakku
Ah, aniyo. Jonghyun tidak mungkin tega membawaku kesana. Keterlaluan sekali jika dia benar* membawaku ke sana. Mungkin daerah ini hanya mirip dengan tempat itu. Aku iongin bertanya padanya, namun ku urungkan niatku saat teringat perlakuannya yang membuatku kesal tadi.
Ckittt~~
"kenapa berhenti?"
"kita sudah sampai"
"eh??"
sudah sampai? dia bercanda? mau apa kita ditengah jalan seperti ini?
Grep!!
Telapak tangan kanannya menutup mataku
"hei hei, kau mau apa?"
ujarku tak terima.
"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. tenanglah aku akan menuntunmu"
well, lebih baik kali ini aku tidak membantahnya. Akupun berjalan pelan*, seraya menggenggam tangan kiori Jonghyun.
10 menit kemudian.....
"kau sudah boleh membuka mata"
aku mengerjap*kan mataku. Berusaha beradaptasi dengan cahaya yang ada. Sedetik kemudian aku menyadari bahwa aku sudah berada di sebuah bukit.
DEG!!
bukit ini...
oh tidak. Jjong kau sudah gila...
"j-jjong jangan bilang kita berada di..."
"ya kau benar, ini Bukit Namsan"
Paru*ku mendadak sesak mendengar nama itu. Memori itu terulang lagi. Memori kelam yang ham,pir berhasil kulupakan ...
Flashbak ON
Aku menatap kerlap-kerlip bintang diangkasa. kepalaku bersandar di bahu namjachinguku.
Hari ini dia mengajakku pergi ke sini, ke bukit Namsan.
Kulirik namja tampan di sampingku yang sedang menikmati hembusan angin dengan mata terpejam. Bibirnya membentuk lengkungan ke atas, manis. Helai rambutnya sesekali bergerak diterpa angin.
Namja ini...
dari sejak awal bertemu, aku sudah ada rasanya padanya. Dan semenjak kami memutuskan untukj menjadi sepasang kekasih, perasaan itu makin dalam menancap di jiwaku.
"chagi?"
"hm?"
"gomawo"
"untuk apa?"
"gomawo selama ini kau sudah menyayangiku.. jeongmal saranghaeyo"
Ia mengusap rambutku pelan. Nmun dapat kulihat senyuman getir di bibirnya. Meski sekilas
what's going on?
"kau sedang ada masalah? senyumanmu berbeda"
"key sebenarnya aku .."
"ne ?"
dia menghembuskan nafas berat, menggit keras bibir bawahnya. Aku maiosh menunggu kelanjutan kata*nya ....sampai dia menyodorkan sesuatu padaku. Selembar foto.
"ige nuguya? yeoja di foto ini cantik sekali, seperti malaikat. Dia temanmu?"
Dia menggeleng
"oh pasti saudaramu? tapi mengapa tidak mirip? hehe"
menggeleng lagi
"jadi siapa??"
"namanya lee taemin dia calon ..."
dia menghentikan perkataanya. Ia melihatku dengan pandangan nanar.
"calon apa?"
aku mulai khawatir sendiri.
"calon istriku"
aku membisu seketika. tenggorokanku tercekat. bahakan untuk berbafas saja rasanya sulit. ini semua terlalu mengejutkan dan menyakitkanku. seperti ada sebuah meteor yang jatuh menghujam jantungku
"a-apa yang kau maksud dengan c-calon is-istrimu?"
aku tetap berusaha berbicara walau rasanya sangat pedih di dada
"itu .."
"jelaskan sekarang juga, jebal"
buliran air mata tidak dapat kubendung lagi. Bagaimana bisa ini semua terjadi? apa artinya semua kenangan yang selama ini aku dan dia lalui??
"jeongmal mianhae"
direngkuhnya tubuhku kedalam pelukannya, yang dulu sanggup membuatku tenang. Tpi kini jauh berbeda.
"mianhae, aku tidak bisa menolak perintah appa untuk dijodohkan dengan taemin, percayalah aku hanya mencintaimu takl ada yang lain"
"bohong!! jika kau mencintaiku kau harusnya menolak perjodohan itu!! harusnya kau memperjuangkan hubungan kita yang sangat berharga ini!!"
teriaku emosi. Langsung kutenggelamkan wajahku diantara ke2 lututku. Tak ingin mendengar hal lain. Kali ini aku merasa tak berguna.
telapak tangannya menyentuh lenganku, namun segera kusingkirkan. Muak, hanya rasa itu yang menguasaiku kini.
cause you are my sun, the moon~
naechombuyeotdon neo~
dering ponsel terdengar.
"yeoboseyo? apa? hei hei tidak perlu, biar aku saja yang pergi ke tempatmu"
"hah? kau sudah sampai? b-baiklah .."
sepertinya dia sudah selesai menelfon.
sesaat kemudia terdengar suara bantingan mungkin suara ponsel dan gerutuan frustasi dari mulutnya
but i don't even care~
"minho oppa?"
"oh, taemin-aah"
Aku mendongak mendengar suara asing yang barusan menyapa kekasihku (atau mungkin mantan kekasihku), Minho.
Gadis dengan rambut pirang blonde, tubuh yang tinggi dan ramping juga bibir pink merekah. Lebih cantik daripada yang kulihat di foto.
Tapi secantik apapun dia, aku tetap sakit hati, dialah penyebab aku dan Mino harus berpisah.
Sungguh aku tidak tahan ingin menangis tapi aku harus kuat aku tidak boleh terlihat lemah dihadapan mereka.
Minho bangkit dari duduknya dan Taemin tanpa rasa bersalah memeluk Minho diohadapanku! bisa dibayangkan betapa remuknya hatiku saat ini.
"dia siapa oppa?"
Taemin menunjuk ke arahku.
"emm, dia..hanya teman kuliahku"
ujar Minho sambil menunduk.
SRETT
Segera aku berdiri sambil mengepalkan tanganku. Emosi mendengar kata* yang meluncur dari mulutnya. Ini sudah keterlaluan Choi Minho!!"
"DASAR NAMJA BUSUKK"
dengan 3 kata itu aku berlari menjauhi dia dan Taemin. Sudah cukup penderitaanku. Tanpa sengaja aku tersandung batu, akupun jatuh tersungkur. Aisshh, kakiku terkilir tak sanggup berdiri. hanya bisa terkulai lemas, kekuatanku sudah habis akibat menangis tadi.
oh tuhan apa yang harus kulakukan sekarang??
Tiba* tubuhku terasa ringan. Ternyata ada yang menggendong tubuhku.
"lain kali kau harus lebih hati* pabo"
Aku mendongak. Seorang namja sedang menatap lurus ke depan tanpa ada ekspresi.
"jonghyun? apa yang sedang kau lakukan? bagaimana bisa kau menemukanku?"
aku menatapnya terperangah.
"ya!! jangan menatapku seperti itu"
ia menjitak dahiku. ishh apoyo~~
"huh, kau ini aneh sekali tiba* muncul seperti hantu"
"aku melihat semuanya.."
"maksudmu?"
"sudahlah jangan dibahas lagi kau kan cengeng nanti malah terus menangis, satu lagi, lupakan semua tentang Choi Minho brengsek itu, dia tidak pantas untukmu. Jangan pernah lagi munculkan namanya dipiranmu"
"jonghyun, kau ?"
"ya, aku mengikutimu.."
Flashback OFF
Saat ini aku tidak berdaya, terduduk lemas di atas hamparan rerumputan. arrgh aku mengacak rambutku frustasi. Semua memori buruk itu hinggap kembali. Memori yang paling kubenci seumur hidupku.
Disaat aku hampir bisa melupakannya, mengapa sahabatku tega melakukan semua ini ??
"jjong teganya kau... hampir setahun lamanya aku berusahaaku berusaha melenyapkankenangan itu, tapi kini kau membuatnya muncul lagi!!"
ujarku pada Jjongyang berdiri membelakangiku
Demi tuhan, andaiu saja aku kuat, aku ingin sekali pergi dari bukit ini. i hate this hill !!!!
Tangisanku pecah, tangisan yang sama saat Minho mengakhiri hubungan kami. Lgi* dadaku terasa sesak
= = = = = = =
Author POV
" sebenarnya apa tujuanmu membawaku ke sini ??"
Key berbicara pada Jjong degan suara serak tetapi Jonghyun tidak bergeming,dia tetap memandang ke arah langit dengan tatapan yang kosong.
"ya! mau mu apa Kim Jonghyun?! kau tau sendiri aku benci bukit Nmsan ! aku benci semua yang menyangkut tempat ini. Kau keterlaluan!!!"
Jonghyun berbalik dan memandangkan tajam Key. Lngkah demi langkah Jjong mulai mendekati Key. Lalu ia berjongkok. Wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Key
Grep~~
Jonghyun mencengkram bahu Key.
"kau tak tahu Key..."
"apa yang kau bicarakan jjong?"
"selama ini kau tidak pernah tau tentang ini. Itu membuatku tersiksa Key. mengapa kau tidak pernah menyadarinya sedikitpun?"
"aku tidak mengerti"
"kusadari memang salahku tak pernah mengakatannya padamu. tapiu setidaknya kau peka key!"
Jonghyun melepaskan cengkramannya dari bahu key.
"apakah kau tau, selama kau berpacaran dengan minho, ada orang yang selalu tersenyum walaupun sebenarnya merasa sakit? dia berlaku seakan dia senang melihatmy bahagaia bersama minho, padahal itu hanya akting. setiap malam ia memikirkanmu, memikirkan perasaanya terhadapmu yang makin lama makin besar, meski ia tau, itu adalah perasaan terlarang. demi dirimu ia sudi merelakan hatinya hanya untu kebahagianmu, dan saat kau putus ia selalu ada dsampingmuuntuk menmghiburmu agar bisa melupakan seluruh kejadian itu"
"siapa dia?"
"ITU AKU KEY, ITU AKU!! dari dulu aku memendam perasaanku seorang diri karena ku tau kau tak akan membalasnya! kau hanya menganggapku sahabatkan tak lebih!kau masih mencintai minho??aku memang tak akan pernah jadi orang yang spesial bagimu! aku hanya rongsokan tak berguna!"
Jonghyun tanpa sadar menangis. key membisu masih tak percaya dengan apa yang ia dengar, jadi selama ini Jonghyun mencintainya? dasar pabo
"jonghyun ~"
"tak usah berbicara padaku, aku tau kau pasti akan berkata sesuatu yang akan lebih menyakitkanku"
"dengarkan aku dulu.."
"kubilang tidak usah...."
Key mengangkat dagu Jonghyun, memandangnya dengan penuh ketulusan.
"i love you~~ "
Key mencium bibir Jonghyun lembut. Ternyata dugaan Key benar ia sendiri pun mencintai Jonghyun, ia merasakan sesuatu yang bergejolak dasri dalam hatinya.
Selang beberapa menikemudian, ciuman itu terlepas. Jonghyun tiodak percaya Key menciumnya
"maafkan aku yang terlambat menyadari. aku memang bodoh terlalu fokus pada masa lalu. jjong kaau adalah orang spesial yang pernah kutemui kau selalu siap membantuku. kau selalu berhasil membuatku tertawa dan merasa senang. sekali lagi, maafkan aku... saranghae.."
Jjonghyun memeluk Key erat. Tak disangka rasa cintanya terbalaskan oleh Key. pengorbanannya selama ini tidak sia*
"nado saranghae"
bisik Jonghyun lembut di telinga Key. Rasa bahagia kini membuncah dalam dada.
malam ini
di hamparan bukit
dengan disaksikan bulan dan bintang* memori yang buruk telah berganti dengan memori yang indah
--THE END--
huaaahh~ akhirnya selesai juga ini FF
cape ngetiknya boo~ (?)
aku tau FF ini jauh dari kata bagus ..
tapi setidaknya dengan kalian membaca cerita ini
itupun sudah cukup ..
akhir kata
wassalamu'alaikum wr. wb
haha xD
Our World Kpop : )
Minggu, 08 Januari 2012
Sabtu, 05 November 2011
_ Perkenalan _ : )
Annyeong haseyo! Blog baru ini memiliki admin yang punya blog sendiri :) . Nama admin pertama adalah saya sendiri Dea Rachmania S, add my facebook di http://www.facebook.com/profile.php?id=100000433494537 (Dea Rachmania). Admin kedua bernama Hananda Vhionita, add her facebook di http://www.facebook.com/vhio.hnandha1?ref=ffl (Vhio Horvejkul Hnandha (SarangHaefishy AngelsTeuk Blinglocketsmvp). Tolong di add yah :)
Oh iya tujuan kami membuat blog ini hanya untuk kesenangan kami terhadap hal yang sama yaitu musik korea atau lebih dikenal dengan Kpop. semoga kalian senang dengan awal perkenalan kami ^^. Gomawooo
Oh iya tujuan kami membuat blog ini hanya untuk kesenangan kami terhadap hal yang sama yaitu musik korea atau lebih dikenal dengan Kpop. semoga kalian senang dengan awal perkenalan kami ^^. Gomawooo
Langganan:
Komentar (Atom)

